💫IDENTITAS
Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Rabu / 16 September 2026
Materi: Nilai-nilai Pancasila sila ke 3
Pertemuan ke: 3
💫Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.
- Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
- Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:
Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
💫TP:
Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
Mindful (Berkesadaran)
Peserta didik mampu mengamati dan menyadari nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan keluarga, seperti berdoa, menyayangi anggota keluarga, membantu orang tua, berbagi, dan menghargai pendapat anggota keluarga.
Meaningful (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan pengalaman sehari-hari di lingkungan keluarga, seperti beribadah sesuai keyakinan, menyayangi dan menghormati keluarga, membantu pekerjaan rumah, berbagi dengan saudara, serta bermusyawarah dalam menentukan keputusan bersama.
Joyful (Menyenangkan)
Peserta didik mampu menyebutkan dan mengenali nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti mengamati gambar, bermain peran, bercerita tentang kegiatan bersama keluarga, mencocokkan sila dengan contoh perilaku, dan bermain kartu Pancasila.
💫ATP:
💫Materi Pendidikan Pancasila
Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Sila ketiga Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia” dan dilambangkan dengan pohon beringin. Sila ini mengajarkan kita untuk hidup rukun, saling menyayangi, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan.
🏠 Contoh Nilai Persatuan di Lingkungan Keluarga
Beberapa contoh sikap yang sesuai dengan sila ketiga adalah:
- Hidup rukun dengan anggota keluarga.
- Saling menyayangi antara anggota keluarga.
- Saling membantu ketika ada anggota keluarga yang membutuhkan.
- Bekerja sama melakukan pekerjaan di rumah.
- Menghargai perbedaan pendapat dan kesukaan anggota keluarga.
- Tidak bertengkar dengan saudara.
- Mau berbagi dengan anggota keluarga.
- Menjaga kebersamaan saat melakukan kegiatan keluarga.
🌳 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Kakak membantu adik mengerjakan tugas.
- Ayah, ibu, dan anak bekerja sama membersihkan rumah.
- Bermain bersama saudara dengan rukun.
- Menghargai pendapat anggota keluarga.
- Saling membantu saat ada anggota keluarga yang kesulitan.
Contoh perilaku yang tidak sesuai dengan sila ketiga:
- ❌ Bertengkar dengan saudara.
- ❌ Saling mengejek anggota keluarga.
- ❌ Tidak mau membantu keluarga.
- ❌ Tidak mau bekerja sama.
- ❌ Memilih-milih anggota keluarga.
- ❌ Tidak mau berbagi dengan saudara.
- ❌ Memaksakan kehendak kepada anggota keluarga.
- ❌ Tidak menghargai perbedaan pendapat.
- ❌ Mengganggu atau menyakiti saudara.
- ❌ Membuat anggota keluarga menjadi tidak rukun.
💫Kesimpulan
Persatuan Indonesia dapat dimulai dari keluarga. Dengan hidup rukun, saling menyayangi, membantu, bekerja sama, dan menghargai perbedaan, keluarga menjadi lebih harmonis dan bersatu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar