Selasa, 22 September 2026

Materi Ajar/Rabu, 23 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila

Hari/ Tanggal: Rabu / 23 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Nilai-nilai Pancasila sila ke 4

Pertemuan ke: 4

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

💫TP:

Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. 

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mampu mengamati dan menyadari nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan keluarga, seperti berdoa, menyayangi anggota keluarga, membantu orang tua, berbagi, dan menghargai pendapat anggota keluarga.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan pengalaman sehari-hari di lingkungan keluarga, seperti beribadah sesuai keyakinan, menyayangi dan menghormati keluarga, membantu pekerjaan rumah, berbagi dengan saudara, serta bermusyawarah dalam menentukan keputusan bersama.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mampu menyebutkan dan mengenali nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti mengamati gambar, bermain peran, bercerita tentang kegiatan bersama keluarga, mencocokkan sila dengan contoh perilaku, dan bermain kartu Pancasila.

💫ATP:

Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan sila ke-4

💫Materi Pendidikan Pancasila

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran

⭐ Bunyi Sila ke-4

“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.”

🐂 Lambang Sila ke-4

Lambang sila ke-4 adalah kepala banteng. Banteng merupakan hewan yang suka berkumpul. Hal ini dapat menjadi gambaran bahwa kita perlu berkumpul dan bermusyawarah untuk mengambil keputusan bersama.

💡 Nilai-Nilai Sila ke-4

Sila ke-4 mengajarkan kita untuk:

  • Mau bermusyawarah.
  • Mau mendengarkan pendapat orang lain.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menghargai pendapat teman.
  • Berbicara dengan sopan saat menyampaikan pendapat.
  • Menerima hasil keputusan bersama.
  • Mengutamakan kepentingan bersama.

🏠 Contoh Penerapan di Rumah

  • Berdiskusi bersama keluarga untuk menentukan tempat liburan.
  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Bermusyawarah saat menentukan kegiatan keluarga.
  • Menerima keputusan yang telah disepakati bersama.
  • Tidak memaksakan keinginan kepada saudara.

🏫 Contoh Penerapan di Sekolah

  • Berdiskusi menentukan ketua kelompok.
  • Bermusyawarah menentukan permainan yang akan dimainkan.
  • Mendengarkan pendapat teman saat kerja kelompok.
  • Bergantian menyampaikan pendapat.
  • Menerima hasil keputusan kelompok dengan baik.

❌ Perilaku yang Tidak Sesuai

  • Memaksakan keinginan kepada orang lain.
  • Tidak mau mendengarkan pendapat teman.
  • Marah ketika pendapatnya tidak diterima.
  • Mengambil keputusan sendiri tanpa berdiskusi.
  • Mengejek pendapat orang lain.
💫 Soal Post Test

💫 Kesimpulan 
Penerapan sila ke-4 berarti kita mau bermusyawarah, menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama dengan baik.


Materi Ajar/ Rabu, 23 September 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Seni Budaya dan Prakarya

Hari/ Tanggal: Rabu/ 23 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengenal Warna Dasar (Primer)

Pertemuan ke: 1

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
💫CP:
Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

💫TP:
Peserta didik dapat merefleksikan karya seni rupa yang dibuatnya sendiri dengan menggunakan warna dasar (primer).

Mindful (Berkesadaran):
Peserta didik dapat mengamati dan menyadari proses serta hasil karya yang telah dibuat dengan memperhatikan bentuk, warna, garis, dan bagian-bagian yang terdapat pada karya.

Meaningful (Bermakna):
Peserta didik dapat menceritakan pengalaman saat membuat karya, menyebutkan bagian karya yang disukai, serta menjelaskan alasan memilih warna, bentuk, atau bahan tertentu.

Joyful (Menggembirakan):
Peserta didik dapat menunjukkan dan menceritakan karya di depan teman dengan percaya diri, serta memberikan apresiasi sederhana terhadap karya diri sendiri dan karya teman.

💫ATP: 

Peserta didik dapat mengenal warna dasar (primer): merah, kuning, dan biru.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

💫Materi Seni Budaya

🌈 Apa Itu Warna Primer?

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain. Warna primer dapat digunakan untuk membuat warna-warna lainnya.

🖍️ Tiga Warna Primer

Ada 3 warna primer, yaitu:

  1. 🔴 Merah
  2. 🟡 Kuning
  3. 🔵 Biru

🎨 Contoh Benda

  • 🔴 Merah: apel, tomat, bunga
  • 🟡 Kuning: pisang, matahari, jagung
  • 🔵 Biru: langit, laut, balon

🖌️ Mencampur Warna Primer

Warna primer dapat dicampur sehingga menghasilkan warna baru.

  • 🔴 Merah + 🟡 Kuning = 🟠 Oranye
  • 🟡 Kuning + 🔵 Biru = 🟢 Hijau
  • 🔴 Merah + 🔵 Biru = 🟣 Ungu
💫Soal Post Test

💫Kesimpulan
Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru. Warna-warna tersebut merupakan warna dasar yang dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai warna baru melalui pencampuran.




Senin, 21 September 2026

Materi Ajar/ Selasa, 22 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Selasa / 22 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menanyakan dan Mengungkapkan Perasaan

Pertemuan ke: 8

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik dapat mengungkapkan berbagai macam perasaan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Model/Metode pembelajaran
:
Problem Based Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

💫Materi Bahasa Indonesia


1. Pengertian Perasaan

Perasaan adalah keadaan hati yang kita rasakan dalam diri. Perasaan dapat berubah sesuai dengan kejadian yang kita alami.

Contoh perasaan:

  • 😊 Senang – ketika mendapat hadiah atau bermain bersama teman.
  • 😢 Sedih – ketika kehilangan barang atau ditinggal orang yang disayangi.
  • 😡 Marah – ketika diganggu atau diperlakukan tidak baik.
  • 😨 Takut – ketika berada di tempat yang gelap atau menghadapi sesuatu yang menakutkan.
  • 😟 Cemas/khawatir – ketika menunggu sesuatu yang belum diketahui.
  • 😍 Sayang – ketika menyayangi keluarga dan teman.

2. Menanyakan Perasaan

Kita dapat menanyakan perasaan seseorang dengan bahasa yang sopan.

Contoh:

  • “Bagaimana perasaanmu hari ini?”
  • “Apakah kamu merasa senang?”
  • “Mengapa kamu terlihat sedih?”
  • “Apa yang membuatmu takut?”

3. Mengungkapkan Perasaan

Mengungkapkan perasaan berarti mengatakan apa yang sedang kita rasakan dengan jujur dan sopan.

Contoh:

  • “Saya merasa senang karena bermain bersama teman.”
  • “Saya merasa sedih karena mainan saya rusak.”
  • “Saya merasa takut ketika melihat petir.”
  • “Saya merasa marah ketika barang saya diambil tanpa izin.”
  • “Saya merasa senang karena mendapat pujian.”

4. Cara Mengungkapkan Perasaan dengan Baik

Saat mengungkapkan perasaan, kita sebaiknya:

  1. Berbicara dengan jujur.
  2. Menggunakan kata-kata yang sopan.
  3. Tidak menyakiti atau menyalahkan orang lain.
  4. Mendengarkan ketika orang lain bercerita.
  5. Menghargai perasaan orang lain.
💫Soal Post Test


💫Kesimpulan 
Setiap orang memiliki perasaan yang berbeda. Kita perlu belajar menanyakan perasaan orang lain dan mengungkapkan perasaan sendiri dengan jujur, sopan, dan baik. Dengan begitu, kita dapat saling memahami dan menyayangi.


Minggu, 20 September 2026

Materi Ajar/ Senin, 21 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Bahasa Indonesia

Hari/ Tanggal: Senin / 21 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengenal dan Mengungkapkan Perasaan

Pertemuan ke: 7

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

💫TP:

Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik dapat secara sadar memperhatikan dan mengenali cara bertanya, menjawab, serta menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kalimat tanya, jawaban, dan tanggapan yang santun dengan pengalaman sehari-hari, baik saat berbicara dengan teman, pendidik, maupun anggota keluarga.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik dapat mempraktikkan kemampuan bertanya, menjawab, dan menanggapi komentar secara kreatif dan menyenangkan melalui kegiatan bermain peran, percakapan berpasangan, permainan kartu pertanyaan, cerita bergambar, atau diskusi interaktif tentang kehidupan sehari-hari.

💫ATP

Peserta didik dapat mengenali berbagai macam perasaan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Gambar Visual, Soal post test

💫Materi Bahasa Indonesia

Mengenal Berbagai Perasaan





Perasaan adalah rasa yang muncul dalam hati seseorang sebagai tanggapan terhadap suatu kejadian atau pengalaman.

Setiap orang memiliki perasaan. Perasaan dapat berubah sesuai dengan kejadian yang kita alami. Kita dapat mengenali perasaan melalui ekspresi wajah, perkataan, dan tindakan.

😊 1. Senang

Perasaan senang muncul ketika kita mengalami hal yang menyenangkan.
Contoh: mendapat hadiah, bermain bersama teman, atau mendapat pujian.
Ekspresi: tersenyum atau tertawa.

😢 2. Sedih

Perasaan sedih muncul ketika kita mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.
Contoh: kehilangan mainan atau tidak dapat bermain bersama teman.
Ekspresi: menangis atau wajah terlihat murung.

😡 3. Marah

Perasaan marah muncul ketika kita merasa terganggu, kecewa, atau diperlakukan tidak baik.
Contoh: mainan kita diambil tanpa izin.
Ekspresi: alis mengerut dan wajah terlihat tegang.

😨 4. Takut

Perasaan takut muncul ketika kita menghadapi sesuatu yang dianggap menakutkan atau berbahaya.
Contoh: berada di tempat gelap atau mendengar suara keras.
Ekspresi: wajah tegang, bersembunyi, atau ingin mendekati orang yang dipercaya.

😊 5. Malu

Perasaan malu dapat muncul ketika menjadi pusat perhatian atau melakukan sesuatu di depan banyak orang.
Contoh: diminta maju ke depan kelas untuk bernyanyi.
Ekspresi: tersenyum malu, menundukkan kepala, atau menutup wajah.

😞 6. Kecewa

Perasaan kecewa muncul ketika sesuatu yang kita harapkan tidak terjadi.
Contoh: ingin bermain di luar tetapi hujan turun.
Ekspresi: wajah murung atau terlihat tidak bersemangat.

👀 Cara Mengenali Perasaan dari Ekspresi Wajah

Kita dapat mengamati mata, alis, mulut, dan wajah untuk membantu mengenali perasaan seseorang.

Ekspresi    Perasaan
😊 Tersenyum    Senang
😢 Menangis    Sedih
😡 Alis mengerut        Marah
😨 Wajah tegang    Takut
😊 Menunduk/tersipu    Malu
😞 Wajah murung    Kecewa

💫Post test

💫Kesimpulan:
Setiap perasaan adalah hal yang wajar. Kita perlu mengenali dan mengungkapkan perasaan dengan kata-kata yang baik, serta menghargai perasaan orang lain.

Materi Ajar/ Senin, 21 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Pendidikan Pancasila

Hari/ Tanggal: Rabu / 16 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Nilai-nilai Pancasila sila ke 3

Pertemuan ke: 3

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

💫TP:

Menyebutkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. 

Mindful (Berkesadaran)

Peserta didik mampu mengamati dan menyadari nilai-nilai Pancasila yang diterapkan dalam kehidupan keluarga, seperti berdoa, menyayangi anggota keluarga, membantu orang tua, berbagi, dan menghargai pendapat anggota keluarga.

Meaningful (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan pengalaman sehari-hari di lingkungan keluarga, seperti beribadah sesuai keyakinan, menyayangi dan menghormati keluarga, membantu pekerjaan rumah, berbagi dengan saudara, serta bermusyawarah dalam menentukan keputusan bersama.

Joyful (Menyenangkan)

Peserta didik mampu menyebutkan dan mengenali nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti mengamati gambar, bermain peran, bercerita tentang kegiatan bersama keluarga, mencocokkan sila dengan contoh perilaku, dan bermain kartu Pancasila.

💫ATP:

Peserta didik menyebutkan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan di lingkungan keluarga melalui kegiatan mengamati gambar, bercerita, dan bermain peran, serta memberikan contoh perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila, seperti berdoa, menyayangi keluarga, membantu orang tua, berbagi, menghargai pendapat, dan hidup rukun bersama anggota keluarga.

💫Materi Pendidikan Pancasila

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Sila ketiga Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia” dan dilambangkan dengan pohon beringin. Sila ini mengajarkan kita untuk hidup rukun, saling menyayangi, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan.

🏠 Contoh Nilai Persatuan di Lingkungan Keluarga

Beberapa contoh sikap yang sesuai dengan sila ketiga adalah:

  1. Hidup rukun dengan anggota keluarga.
  2. Saling menyayangi antara anggota keluarga.
  3. Saling membantu ketika ada anggota keluarga yang membutuhkan.
  4. Bekerja sama melakukan pekerjaan di rumah.
  5. Menghargai perbedaan pendapat dan kesukaan anggota keluarga.
  6. Tidak bertengkar dengan saudara.
  7. Mau berbagi dengan anggota keluarga.
  8. Menjaga kebersamaan saat melakukan kegiatan keluarga.

🌳 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Kakak membantu adik mengerjakan tugas.
  • Ayah, ibu, dan anak bekerja sama membersihkan rumah.
  • Bermain bersama saudara dengan rukun.
  • Menghargai pendapat anggota keluarga.
  • Saling membantu saat ada anggota keluarga yang kesulitan.

Contoh perilaku yang tidak sesuai dengan sila ketiga:

  1. ❌ Bertengkar dengan saudara.
  2. ❌ Saling mengejek anggota keluarga.
  3. ❌ Tidak mau membantu keluarga.
  4. ❌ Tidak mau bekerja sama.
  5. ❌ Memilih-milih anggota keluarga.
  6. ❌ Tidak mau berbagi dengan saudara.
  7. ❌ Memaksakan kehendak kepada anggota keluarga.
  8. ❌ Tidak menghargai perbedaan pendapat.
  9. ❌ Mengganggu atau menyakiti saudara.
  10. ❌ Membuat anggota keluarga menjadi tidak rukun.
💫Post Test


💫Kesimpulan

Persatuan Indonesia dapat dimulai dari keluarga. Dengan hidup rukun, saling menyayangi, membantu, bekerja sama, dan menghargai perbedaan, keluarga menjadi lebih harmonis dan bersatu.




Kamis, 17 September 2026

Materi Ajar/ Jumat, 18 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Kokulikuler 

Hari/ Tanggal: Jumat / 18 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Mengenal seni kolase menggunakan kertas origami

Pertemuan ke: 9

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Mengenal identitas Budaya Lampung

💫TP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindful (Berkesadaran) :
Peserta didik dapat secara sadar mengenal, mengamati, dan mengidentifikasi seni kolase serta berbagai warna, bentuk, dan tekstur kertas origami yang ada di lingkungan sekitar.

Meaningful (Bermakna) :
Peserta didik dapat memahami dan mengaitkan penggunaan kertas origami dalam membuat karya kolase dengan kehidupan sehari-hari, serta memilih warna dan bentuk kertas yang sesuai dengan pola gambar.

Joyful (Menyenangkan) :
Peserta didik dapat mengekspresikan kreativitasnya dengan menyenangkan melalui kegiatan memilih, menggunting atau merobek, dan menempelkan kertas origami pada pola gambar untuk menghasilkan karya kolase yang menarik.

💫Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau teksturnya.
  • Peserta didik membuat kolase gambar dengan menempelkan berbagai bahan pada pola gambar.

Model/Metode pembelajaranPjBL

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Gambar Visual

💫 Materi Kokulikuler 

1. Mengenal Bahan untuk Kolase
Kolase adalah karya seni yang dibuat dengan menempelkan berbagai bahan pada sebuah pola atau gambar.

Bahan yang dapat digunakan untuk membuat kolase antara lain:

  • Kertas warna
  • Daun kering
  • Kain
  • Kapas
  • Biji-bijian
  • Koran atau majalah bekas
  • Sedotan
  • Kulit jagung

2. Mengelompokkan Bahan
Sebelum membuat kolase, bahan dapat dikelompokkan berdasarkan:

  • Warna → merah, kuning, hijau, biru, dan lainnya.
  • Bentuk → bulat, persegi, panjang, atau tidak beraturan.
  • Tekstur → halus, kasar, lembut, atau keras.

Contoh: daun kering dapat dikelompokkan sebagai bahan berwarna hijau/cokelat dan bertekstur kasar.

3. Memilih Bahan
Pilihlah bahan yang sesuai dengan gambar yang akan dibuat.
Contohnya:

  • Daun untuk membuat bagian pohon.
  • Kertas biru untuk membuat langit.
  • Kapas untuk membuat awan.
  • Biji-bijian untuk menghias bunga atau buah.

4. Membuat Kolase
Langkah-langkah membuat kolase:

  1. Siapkan pola gambar.
  2. Siapkan berbagai bahan.
  3. Kelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, atau tekstur.
  4. Pilih bahan yang sesuai dengan gambar.
  5. Beri lem pada bagian pola gambar.
  6. Tempelkan bahan dengan rapi.
  7. Biarkan lem mengering.
  8. Rapikan hasil kolase.

5. Sikap Saat Membuat Kolase
Saat membuat kolase, kita perlu:

  • Kreatif dan percaya diri.
  • Teliti dan sabar.
  • Menjaga kebersihan.
  • Menggunakan alat dengan hati-hati.
  • Merapikan kembali bahan dan tempat setelah selesai.
💫Projek Kokulikuler 



💫Kesimpulan:
Membuat kolase adalah kegiatan seni yang menyenangkan. Kita dapat mengenal, memilih, dan mengelompokkan bahan berdasarkan warna, bentuk, dan tekstur, kemudian menggunakannya untuk menghias pola gambar menjadi karya seni yang indah.

Rabu, 16 September 2026

Materi Ajar/ Kamis, 17 September 2026

 

💫IDENTITAS

Nama Guru: Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd.

Mapel: Matematika 

Hari/ Tanggal: Kamis/ 17 September 2026

Fase/Kelas: A/ 1A

Materi: Menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.

Pertemuan ke: 4

💫Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.A 💖

How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

💫CP:

Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.

 💫TP:

Peserta didik dapat melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan sampai 20.

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan merefleksikan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam mengenal konsep komposisi (menyusun) bilangan sampai 20 melalui benda konkret.melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

💫ATP:

Peserta didik dapat menerapkan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20 dalam soal cerita sehari-hari.

 💫Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran



1. Apa itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu bilangan.

Contoh:

  • Ani mempunyai 5 apel.
  • Ibu memberikan 3 apel lagi.
  • Jadi, jumlah apel Ani adalah:

5 + 3 = 8

Jadi, 5 dan 3 dikomposisikan menjadi 8.

2. Apa itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan memecah satu bilangan menjadi dua bilangan atau lebih.

Contoh:

  • Budi mempunyai 10 kelereng.
  • Sebanyak 6 kelereng diberikan kepada adiknya.
  • Sisa kelereng Budi adalah:

10 − 6 = 4

Jadi, bilangan 10 dapat diuraikan menjadi 6 dan 4.

10 = 6 + 4

3. Komposisi dalam Kehidupan Sehari-hari 🍎

Komposisi biasanya digunakan ketika dua kelompok benda digabungkan.

Contoh:

Siti mempunyai 7 pensil. Ayah membelikan 5 pensil lagi.

Berapa jumlah pensil Siti sekarang?

👉 7 + 5 = 12

Jadi, jumlah pensil Siti adalah 12 pensil.

4. Dekomposisi dalam Kehidupan Sehari-hari 🍪

Dekomposisi dapat digunakan ketika suatu jumlah dibagi atau diambil sebagian.

Contoh:

Ada 15 kue di atas meja. Sebanyak 8 kue dimakan.

Berapa kue yang tersisa?

👉 15 − 8 = 7

Jadi, tersisa 7 kue.

Bilangan 15 dapat diuraikan menjadi:

15 = 8 + 7


5. Contoh Pasangan Bilangan sampai 20

Satu bilangan dapat mempunyai banyak pasangan.

Contoh bilangan 10:

  • 1 + 9 = 10
  • 2 + 8 = 10

Contoh bilangan 20:

  • 10 + 10 = 20
  • 12 + 8 = 20
💫Post test


💫Kesimpulan

Komposisi berarti menggabungkan bilangan, sedangkan dekomposisi berarti memecah atau menguraikan bilangan. Dalam kehidupan sehari-hari, komposisi dan dekomposisi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tentang buah, mainan, pensil, kue, buku, dan benda lainnya. Dengan memahami pasangan bilangan sampai 20, siswa dapat lebih mudah menyelesaikan soal cerita sederhana.






Materi Ajar/Rabu, 23 September 2026

  💫IDENTITAS Nama Guru : Mayang Arista, S. Pd & Hesty Nur Aviva, S. Pd. Mapel: Pendidikan Pancasila Hari/ Tanggal: Rabu / 23 September ...